Kekayaan Otto Sugiri ternyata Sumber Cuannya Bermula Dari IT

Kekayaan Otto Sugiri ternyata Sumber Cuannya Bermula Dari IT

Dari perusahaan lokal hingga bursa saham, ada perjalanan panjang yang dilalui Otto Sugiri untuk membuat bisnisnya menjadi perusahaan bernilai tinggi di Indonesia.

PT DCI Indonesia Tbk, perusahaan penyedia layanan pusat data yang didirikan oleh Otto Toto Sugiri kini menjadi sorotan.

Pasalnya, dalam waktu enam bulan, perusahaan yang melantai di bursa efek Indonesia ini mengalami lonjakan harga saham hingga sekitar 600 persen.

PT DCII pertama kali melantai di bursa saham pada 6 Januari 2021 dengan harga per saham hanya Rp420.

Sekarang, harga sahamnya itu meroket menjadi Rp288.850 per lot. Lonjakan harga saham ini secara otomatis ikut mendongkrak kekayaan Otto Toto Sugiri di tahun 2025.

Seberapa Kaya Bos DCII Otto Sugiri?

Otto Toto Sugiri memiliki harta kekayaan sebesar US$12,9 miliar atau sekitar Rp210,417 triliun pada tahun 2025.

Tahun sebelumnya, harta kekayaan Otto Sugiri sebesar US$1,8 miliar, setara Rp29,36 triliun. 

Ini artinya, kekayaan Otto Sugiri naik hingga 616 persen dari tahun sebelumnya.

Lonjakan kekayaannya ini membuatnya duduk di peringkat ke-5 sebagai orang terkaya di Indonesia.

Sumber Kekayaan Otto Sugiri

Dari perusahaan software hingga pusat data, berikut adalah deretan perusahaan yang didirikan dan dikelola Otto Sugiri yang menjadi sumber kekayaannya:

1. Sigma Cipta Caraka

Pada tahun 1989, Otto Sugiri mendirikan perusahaan pertamanya bernama Sigma Cipta Taraka bersama Marina Budiman dengan modal sebesar US$200 ribu.

Sigma adalah perusahaan software pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan IBM untuk menjual perangkat keras komputer untuk bank-bank di Indonesia.

Namun pada 2008, Sugiri menjual 80 persen kepemilikan Sigma kepada PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) seharga US$35 juta.

Kala itu Otto setuju menjual sahamnya karena perusahaannya dijanjikan akan IPO.

Namun janji itu tidak pernah terjadi. Akhirnya Otto Sugiri menjual sisak kepemilikan sahamnya senilai US$9 juta.

Setelah menjual sahamnya, Otto berencana pensiun.

2. Indonet

Pada tahun 1994, Otto mendirikan Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia.

Ide ini berawal dari temannya yang mendatanginya memberi ide untuk mendirikan layanan internet agar pelajar Indonesia dapat mengakses materi pembelajaran dari internet dengan murah dan cepat.

Otto yang menyetujui ide itu langsung mendirikan Indonet dengan harapan para pelajar Indonesia dapat berselancar di situs web dan mendapatkan materi yang sama seperti orang-orang di seluruh dunia.

3. BaliCamp

BaliCamp adalah anak perusahaan Sigma yang fokus pada pengecekan ejaan Bahasa Indonesia untuk Microsoft.

Leontinus Alpha Edison, co-founder Tokopedia, mengatakan bahwa BaliCamp kala itu menjadi perusahaan terkeren untuk bekerja.

Namun sayangnya, bisnis ini tutup imbas peristiwa bom Bali 2002.

4. DCI

Setelah menjual seluruh saham Sigma, Otto sempat berencana ingin pensiun. 

Namun rencana itu gagal setelah ia mendengar pemerintah ingin membangun pusat data yang didirikan oleh orang Indonesia.

Mendengar hal itu, Otto dan enam rekannya langsung mendirikan DCI Indonesia.

Dalam perjalannya, Sugiri berusaha agar perusahaannya bisa mengantongi sertifikasi Tier IV, sertifikasi tertinggi.

Untuk bisa mendapatkan itu, Sugiri harus mengeluarkan modal 60 persen lebih banyak daripada sertifikasi Tier III.

Setelah mengantongi sertifikat itu, DCI menjadi pusat data terbesar di Indonesia.

Pada Januari 2021, DCI mulai melantai di bursa efek Indonesia dan menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di Indonesia.

5. PT Smartfarm Agro Indonesia

Otto menduduki posisi sebagai komisaris di PT Smartfarm Agro Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi yang fokus pada sektor pertanian.

6. Tokoplas

Otto menduduki posisi sebagai komisaris di Tokoplas, perusahaan yang menyediakan beragam macam produk petrokimia, seperti polypropylene dan polyethylene.

7. PT Redkendi Andalan Mitra

Otto menduduki posisi sebagai komisaris di PT Redkendi Andalan Mitra, perusahaan marketplace yang didirikan untuk membantu perusahaan catering memasarkan produknya kepada customer.

8. PT Tiga Daya Digital Indonesia

Otto menduduki posisi sebagai komisaris di PT Tiga Daya Digital Indonesia, perusahaan yang bergerak di sektor teknologi informasi.

9. PT Fortress Data Services

Otto Sugiri juga menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Fortress Data Services

Perusahaan ini menyediakan solusi teknologi bagi perbankan, mirip seperti perusahaan yang sebelumnya didirikannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *