Cacing yang tertidur 46.000 tahun

Cacing yang tertidur 46.000 tahun

Sains53 Dilihat

Seekor cacing kecil baru saja membuka mata kita tentang seberapa kuat kehidupan bisa bertahan.

Cacing purba bernama Panagrolaimus kolymaensis ini ditemukan terkubur di permafrost Siberia dan ternyata telah tertidur selama 46.000 tahun!

Yang mengejutkan, setelah dibangkitkan di laboratorium, cacing ini hidup kembali, ia mulai bergerak, makan bakteri, bahkan berkembang biak dan punya keturunan.

Bagaimana bisa ia bertahan begitu lama?
Para ilmuwan menduga, seperti kerabatnya C. elegans, cacing ini masuk ke kondisi tidur ekstrem yang disebut kriptobiosis, yaitu menghentikan seluruh aktivitas hidupnya dengan cara mengeringkan tubuh dan melindunginya menggunakan zat seperti trehalosa, agar tetap awet dalam suhu beku, kekeringan, dan radiasi selama ribuan tahun.

Kemampuan luar biasa ini membuat para ilmuwan berpikir ulang soal batas kehidupan.

Kalau cacing bisa hidup kembali setelah ribuan tahun beku, mungkinkah kehidupan juga ada di bawah permukaan Mars atau es di bulan Europa milik Jupiter?

Yang jelas, apa yang dulu dianggap mustahil dalam biologi, kini terbuka kemungkinannya.

Sumber: PLOS Genetics / University of Cologne / Russian Academy of Sciences

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *