Tips Mengatasi Anak Keras Kepala

Mengatasi Anak Keras Kepala

Keluarga, Motivasi267 Dilihat
banner 563x150

Orang tua seringkali mengalami kesulitan mengatasi tantrum dan masalah perilaku pada anak. Mungkin Mums salah satunya. Meskipun sifat keras kepala pada anak itu alami, tetap saja Mums mungkin kesulitan menghadapinya.

Aktivitas simpel seperti tidur, mandi, atau makan bisa jadi sulit dilakukan jika anak keras kepala. Oleh sebab itu, penting bagi Mums untuk tahu cara mengatasi anak keras kepala.

banner 600x200

Karakteristik Anak Keras Kepala

Tidak semua anak yang memiliki sifat free will atau keinginan bebas itu juga keras kepala. Penting untuk bisa membedakan anak yang keras kepala dengan anak yang bertekad sebelum melakukan sesuatu.

Anak yang bertekad kuat biasanya sangat cerdas dan kreatif. Mereka banyak bertanya, sehingga terkadang terkesan memberontak. Mereka juga biasanya memiliki opini. Sementara itu, anak yang keras kepala berpegang teguh pada pendapatnya dan tidak mau mendengarkan apa yang Mums katakan.

Berikut beberapa karakteristik anak yang keras kepala:

  • Memiliki kebutuhan untuk diakui dan didengar, jadi mungkin selalu mau mencari perhatian Mums.
  • Berkomitmen keras melakukan hal yang ia sukai.
  • Semua anak pasti pernah tantrum, namun anak keras kepala mungkin akan lebih sering tantrum.
  • Punya kualitas kepemimpinan kuat, mungkin terkadang bersifat ‘bossy’.

Tips Mengatasi Anak Keras Kepala

Mums, berikut tips mengatasi anak keras kepala:

1. Dengarkan Anak

Komunikasi itu dua arah. Kalau Mums ingin si Kecil mendengarkan Mums, maka harus mendengarkan apa yang ingin anak katakan dulu. Anak yang keras kepala mungkin memiliki pendapat yang kuat dan cenderung berargumentasi.

Anak keras kepala mungkin cenderung menentang kalau merasa tidak didengar. Pada kebanyakan waktu, ketika si Kecil tidak mau melakukan atau mendengarkan sesuatu, membuka percakapan dengannya biasanya bisa mengatasinya.

Sebagai contoh, kalau si Kecil tantrum tidak mau menghabiskan makan siangnya, jangan memaksanya untuk menghabiskan makanan tersebut. Melainkan, tanyakan kepada si Kecil, kenapa ia tidak mau makan dan mendengarkan Mums.

2. Berikan Pilihan

Anak yang keras kepala mungkin punya alur pikiran sendiri dan tidak selalu suka disuruh melakukan suatu hal. Katakan kepada anak bahwa ia harus tidur jam 9 malam, dan yang akan Mums dapatkan adalah penolakan. Berikan si Kecil pilihan. Daripada menyuruh anak untuk tidur, tanyakan apakah sebelum tidur ia mau dibacakan buku cerita A atau buku cerita B.

3. Tetap Tenang

Berteriak ke anak yang sedang tantrum akan memperburuk situasi. Anak akan merespon teriakan tersebut dengan teriakan juga. Sebaiknya, bantu si Kecil untuk memahami kebutuhannya.

Jadi, usahakan Mums tetap tenang menghadapi anak. Coba nyalakan musik yang menenangkan dan merileksasi di rumah, sehingga anak juga bisa mendengarnya. Sesekali coba nyalakan musik favorit anak.

4. Hargai Anak

Anak mungkin tidak akan menerima nasihat atau pengajaran kalau Mums memaksanya. Mums perlu menghargai anak, bisa dengan cara:

  • Kerja sama dengan anak, jangan memaksa.
  • Buat aturan yang konsisten untuk semua anak, jangan melonggarkan aturan hanya karena Mums mau jalan yang lebih mudah.
  • Berempati dengan anak, jangan abaikan perasaan atau idenya.

5. Ciptakan Lingkungan yang Baik di Rumah

Anak belajar dari observasi dan pengalaman dari lingkungannya. Kalau ia melihat orang tuanya selalu berdebat, ia akan menirunya. Pertengkaran orang tua bisa menyebabkan lingkungan di rumah tidak nyaman, dan memengaruhi mood serta perilaku anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *