oleh

Melawan Hukum Fisika,5 Fakta Planet Gliese 436b


Selama beberapa dekade terakhir, para astronom telah menemukan banyak planet di luar tata surya dengan berbagai fenomena aneh di dalamnya. Salah satu planet tersebut adalah Gliese 436 b, di mana hukum fisika seringkali tidak berlaku. Gliese 436 b (GJ 436 b) merupakan sebuah planet ekstrasurya seukuran Neptunus yang terletak 30 tahun cahaya dari Bumi menuju konstelasi Leo.

Planet ini menyimpan banyak sekali misteri yang terkadang membuat para ilmuwan kagum sekaligus bertanya-tanya. Penasaran? Yuk, simak beberapa fakta berikut ini!

Bina Kasih

1. Salah satu planet ekstrasurya terkecil

Melawan Hukum Fisika, 5 Fakta Planet Gliese 436 bilustrasi planet Gliese 436b (planetary.org/Nasa/JPL-Calltech/UCF)

Planet Gliese 436 ditemukan oleh Robert Paul Butler dan Geoffrey Marcy dari Carnegie Institute of Washington dan University of California pada tanggal 31 Agustus 2004, dengan menggunakan metode kecepatan radial.

Gliese 436 b menjadi salah satu planet ekstrasurya (planet di luar tata surya) terkecil yang pernah ditemukan. Tidak seperti planet ekstrasurya lain yang kebanyakan berukuran raksasa, planet ini hanya berdiameter sekitar empat ribu kilometer lebih besar dari Uranus dan lima ribu kilometer lebih besar dari Neptunus serta sedikit lebih masif.

2. Jarak orbitnya 15 kali lebih dekat dari jarak Merkurius ke matahari

Melawan Hukum Fisika, 5 Fakta Planet Gliese 436 bilustrasi planet Gliese 436b (nasa.gov)

Gliese 436 b hanya membutuhkan waktu sekitar 2 hari untuk menyelesaikan satu kali orbit. Pendeknya periode orbit menunjukan bahwa planet ini terletak sangat dekat dengan bintang induknya, yaitu Gliese 436.

Sebagai perbandingan, jarak merkurius dengan matahari adalah sekitar 35 juta mil. Sedangkan Gliese 436 b hanya berjarak 2,5 juta mil dari bintangnya. Karena jaraknya yang sangat dekat, suhu pada planet ini dapat mencapai lebih dari 526 derajat Celsius atau hampir 1000 derajat Fahrenheit.

3. Fenomena terbakarnya es

Mungkinkah ada es yang mampu bertahan pada suhu 1000 derajat Fahrenheit? Walaupun terasa mustahil, tetapi inilah fenomena nyata yang terjadi di planet Gliese 436 b. Menurut Frederic Pont, seperti halnya dengan karbon yang dapat berubah menjadi berlian di bawah tekanan ekstrem, melalui prinsip yang sama, air dapat berubah menjadi wujud padat yang bahkan lebih padat daripada es. Hal inilah yang menyebabkan fenomena “burning ice”  dapat terjadi.

Gravitasi yang dihasilkan dari planet ini juga cukup kuat untuk mencegah air menguap dan menjaga es agar tidak kembali ke bentuk cairnya, tidak peduli seberapa banyak es tersebut terbakar

4. Bebas metana

Melawan Hukum Fisika, 5 Fakta Planet Gliese 436 bilustrasi terbakarnya es di planet Gliese 436 b (flickr.com/behrang)

Menurut NASA, planet Gliese 436 b memiliki 7.000 kali jumlah metana yang lebih sedikit  daripada yang seharusnya. Mereka justru menemukan karbon monoksida dalam jumlah banyak. Hal ini tentunya membingungkan para ilmuwan karena dengan suhu mencapai 980 derajat Fahrenheit, jumlah metana seharusnya lebih banyak daripada karbon monoksida.

Namun, pengamatan yang dilakukan melalui teleskop ruang angkasa Spitzer menunjukan hal sebaliknya. Panjang gelombang inframerah yang ditangkap oleh Spitzer menunjukkan bukti karbon monoksida yang jumlahnya lebih banyak ketimbang metana. Belum ditemukan penyebab pasti dari fenomena ini, misteri hilangnya metana masih membuat para astronom menggaruk-garuk kepala.

5. Memiliki ekor seperti komet

Melawan Hukum Fisika, 5 Fakta Planet Gliese 436 bilustrasi awan hidrogen besar yang keluar dari planet Gliese 436b (esahubble.org)

Gliese 436 b memiliki awan hidrogen masif yang mengelilingi planet yang diduga sebagai akibat dari tarikan besar yang diberikan oleh bintang induknya, yaitu Gliese 436. walaupun tidak benar-benar membahayakan, tarikan gravitasi Gliese 436 cukup kuat sehingga perlahan-lahan menarik lapisan hidrogen dari atmosfer padat planet ini. Para ilmuwan menduga bahwa planet ini telah kehilangan hingga 10 persen atmosfernya, yang telah mereka analisis melalui mata ultraviolet teleskop Hubble.

Awan tersebut berukuran sekitar 50 kali ukuran bintang induknya. Mirip dengan ekor komet, awan hidrogen tersebut mengikuti Gliese 436 b di sepanjang orbitnya. Fenomena sebesar ini sebenarnya belum pernah terlihat di sekitar planet ekstrasurya sekecil itu.

Setelah melihat fakta-fakta tersebut, ternyata alam semesta masih menyimpan berbagai fenomena misterius yang bahkan belum bisa dibuktikan melalui teori-teori sains. Semoga artikel singkat ini dapat menambah wawasan kamu terhadap astronomi, ya!


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.