oleh

Edwin Hubble, Tokoh Astronomi di bidang Kosmologi


Edwin Hubble, yang namanya menjadi nama Teleskop Luar Angkasa Hubble, adalah salah satu astronom terkemuka abad ke-20

Teleskop temuannya, bahkan memberi kesempatan pada manusia untuk mempelajari alam semesta selama lebih dari 3 dekade.

Lalu siapakah Edwin Hubble?

Dikutip dari Britannica, nama lengkapnya adalah Edwin Powell Hubble. Dia lahir pada 20 November 1889 di Marshfield, Missouri, dan meninggal pada 28 September 1953 di San Marino, California.

Hubble adalah anak dari John Powell Hubble, seorang pengusaha yang bekerja di industri asuransi. Ibunya, Virginia Lee James, adalah seorang ibu rumah tangga.

Hubble masuk Universitas Chicago pada tahun 1906 dan mendapatkan gelar sarjana matematika dan astronomi. Selepas lulus di tahun 1910. Hubble kemudian menghabiskan waktu 3 tahun di Universitas Oxford dan dianugerahi gelar BA dalam yurisprudensi, subjek yang dia ambil atas desakan ayahnya.

Dilansir laman NASA, ketertarikan Hubble yang mendalam untuk mengejar karir di bidang sains melebihi visi ayahnya. Hubble berhasil meraih gelar Ph.D. dalam astronomi dari Universitas Chicago pada tahun 1914 dan menetapkan fokusnya pada langit.

Awal Karir Hubble

Ketertarikannya pada kosmos membawanya ke Observatorium Gunung Wilson di California dan Teleskop Hooker 100 inci, teleskop terbesar di dunia pada saat itu. Hubble menggunakan teleskop 100 inci untuk mengamati bintik-bintik cahaya yang samar, kabur, seperti awan dari nebula yang diberi label luas.

Pengamatannya membawa petak-petak kabur ini menjadi fokus dan pada akhirnya mengubah bidang kosmologi. Hingga awal abad ke-20, persepsi manusia tentang kosmos berada dalam batas-batas Bima Sakti.

Nebula Andromeda

Nebula Andromeda (adalah sebuah galaksi spiral yang berjarak kira-kira 2,5 juta tahun cahaya dari bumi. Galaksi ini merupakan salah satu galaksi di luar galaksi Bima Sakti yang dapat dilihat dengan mata telanjang pada malam yang cerah, tanpa bulan, dan tanpa polusi cahaya).

Hubble mempelajari apa yang kemudian dikenal sebagai Nebula Andromeda, sebuah objek yang selama berabad-abad muncul sebagai awan cahaya yang memanjang.

Pada 1923, Hubble menggunakan teleskop Hooker di sepetak langit berkabut itu (Nebula Andromeda) dan menemukan bahwa objek tersebut berisi bintang-bintang seperti yang ada di galaksi ini, hanya saja lebih redup.

Salah satu bintang yang dilihat adalah variabel Cepheid, sejenis bintang yang digunakan untuk mengukur jarak di ruang angkasa dengan cara mengubah kecerahannya. Kecerahan intrinsik bintang variabel Cepheid berhubungan langsung dengan siklusnya dari terang ke redup dan kembali ke terang lagi.

Dengan memetakan perubahan bintang-bintang ini, Hubble menemukan bahwa bintang variabel Cepheid di Andromeda jauh lebih jauh daripada yang ada di Bima Sakti.

Perbedaan jarak ini membuat Hubble percaya bahwa Nebula Andromeda adalah galaksi yang berdiri sendiri. Metode klasifikasi galaksi ini mengaturnya dalam dua kategori utama berdasarkan bentuknya, yaitu elips atau spiral dan dibagi lagi berdasarkan karakteristik khusus dari masing-masing galaksi.

Meskipun sifatnya sederhana, urutan ini membantu meletakkan dasar untuk memahami evolusi galaksi, dan akhirnya pembentukan alam semesta.

Alam Semesta Mengembang

Pada 1929, Hubble telah sepenuhnya mendapat gambaran alam semesta. Hubble menemukan bahwa galaksi pada kenyataannya menjauh dari manusia. Itu bertentangan dari pandangan populer saat itu yang menyebut bahwa alam semesta bersifat statis.

Dengan mempelajari cahaya yang dipancarkan dari berbagai galaksi, Hubble menemukan bahwa cahaya tampak berpindah ke ujung spektrum merah. Itu menunjukkan bahwa alam semesta bergerak mengembang ke luar dan galaksi yang berada di dalamnya bergerak menjauh satu sama lain.

Fenomena ini, yang dikenal sebagai pergeseran merah, mengungkapkan bahwa semakin jauh galaksi bergerak, semakin merah cahayanya. Hubble juga menunjukkan bahwa galaksi yang lebih jauh dari kita sedang surut lebih cepat daripada yang ada di dekatnya (sekarang dikenal sebagai Hukum Hubble).

Hubble juga menunjukkan bahwa galaksi yang lebih jauh dari kita sedang surut lebih cepat daripada yang ada di dekatnya (sekarang dikenal sebagai Hukum Hubble).

Gagasan tentang alam semesta yang mengembang adalah kunci utama dari Teori Big Bang. Pengamatan Hubble memberikan wawasan paling awal tentang asal usul alam semesta.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.