oleh

Petani Untung Besar, Berkonsep Agrowisata Dimana Wisatawan Dapat Memanen Langsung Di Kebun Petani.


Bagi kalangan milenial, menjadi petani sangat dihindari dan beranggapan petani bukanlah profesi idaman. Namun tidak demikian dengan petani milenial asal Kabupaten Batu Bara yang telah berhasil mengembangkan Agrowisata dikampung halamannya hingga bisa meraup omset jutaan rupiah perbulannya.

Bina Kasih

Petani yang mengelolah Agrowisata jambu kristal asal Desa Durian, Kecamatan Medang Deras, Batu Bara ini berbagi kisah inspiratifnya kepada kaum muda generasi milenial. Ia bercerita jika saat ini sedang menggeluti usaha pertanian dengan komoditas buah jambu kristal. Ia mampu meraup omset 20 juta perbulan setiap kali masa panen.

Ali Napiah Ketua Kelompok Tani Sei Bolang (38) sekaligus pemilik dan pengelola Agrowisata jambu kristal mengelola lahan seluas 5 hektar, dimana 1,5 hektar ditanami jambu kristal dan beberapa lahan kosong lainnya sudah mulai ditanami varietas buah-buah lain seperti pisang, melon, alpukat, belimbing dan kelengkeng.

Untuk kedepannya, saya berharap agar pengunjung tidak hanya dapat memanen dan menikmati langsung petik buah jambu kristal saja tetapi bisa juga buah lainnya,” kata Ali.

Ali menambahkan, ada sekitar 800 pohon jambu kristal dilahan tersebut yang kini sedang berbuah dan bisa dipanen serta langsung dimakan. Bibit jambu kristal ini berasal dari hasil perbanyakan okulasi, dimana dari mulai tanam pertama sampai berbuah usia enam bulan jadi tahun pertama sudah panen.

Membuat Agrowisata kebun jambu kristal ini atas inisiatif saya sendiri. Kabupaten Batu Bara ini kan daerah yang ideal untuk menanam jambu kristal, wisata petik buah juga belum ada, sehingga saya yakin petik buah menjadi sesuatu yang menarik,” lanjutnya.

Setibanya dikebun, para pengunjung dipersilahkan memanen sendiri buah jambu kristal dinama pengunjung dapat merasakan sensasi langsung memetik buah jambu dengan tangan sendiri langsung fresh dari kebunnya dan menikmati dilokasi.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memanen buah jambu kristal, salah satunya ciri-ciri buah yang memang siap untuk dipanen seperti kulit bewarna hijau muda kekuningan, buah tampak lebih mengkilat, tercium aroma harum pada buah, jika dipetik buah sudah terasa manis, daging buahnya agak lunak dan renyah.

Setelah buah jambu kristal menunjukkan ciri-ciri tersebut artinya sudah siap dipanen dengan cara memetik buah beserta tangkainya menggunakan gunting buah yang tersedia, masukkan kedalam keranjang buah secara hati-hati, cuci buah, kemudian dikemas lalu ditimbang.

Wisatawan bisa menikmati langsung hasil memetik buah atau membawanya pulang. Untuk biaya masuk gratis dan bisa makan sepuasnya, tetapi jika membawa pulang untuk oleh-oleh wisatawan cukup membayar seharga Rp 20 ribu perkilogramnya. Jambu kristal ini juga diperjualbelikan secara online melalui media sosial  berupa Facebook dengan nama akun Irma Wani. Sedangkan untuk pedagang atau tengkulak, karena membeli dalam skala besar, harganya lebih rendah, yaitu berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 18 ribu perkilogramnya.

Manfaat ada Agrowisata itu untuk investasi akhirat kelak karena wisatawan yang berkunjung bisa makan didalam sepuasnya dan tidak dikenai biaya,” kata Ali.

Melalui pengembangan Agrowisata, petani dapat memanfaatkan sumber daya alam yang dapat menunjang perekonomian menjadi lebih baik terkhusus petani maupun mayarakat setempat yang juga ikut berpartisipasi membantu mengelola agrowisata dan diharapkan bagi kaum muda atau kaum milenial harus mau dan jangan malu berprofesi menjadi petani, karena bertani merupakan pekerjaan yang mulia juga memiliki potensi yang bagus kedepannya.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 komentar