oleh

7 Presiden Indonesia dengan julukannya


Ragam usulan julukan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) bermunculan. Jokowi diusulkan dijuluki Bapak Infrastruktur hingga mengejar julukan Bapak Rekonsiliasi.

Dirangkum detikcom, Selasa (19/4/2022), usulan ini datang dari para politikus di Indonesia. Momennya yakni unggahan Instagram Setneg tentang julukan bagi para presiden RI sebelumnya. Untuk diketahui, julukan keenam Presiden ini versi Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti yang diunggah ulang di IG Setneg.

Berikut ini usulan julukan untuk Presiden Jokowi:

Bapak Infrastruktur
Partai NasDem memberikan julukan untuk Presiden Jokowi sebagai Bapak Infrastruktur. Menurut NasDem, ada progres kemajuan dalam pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Jokowi.

“Terlepas dari apa pun perdebatannya ya, tapi bahwa faktanya 10 tahun belum 8 tahun pemerintahan Jokowi hari ini mampu membangun sekian ribu kilometer jalan tol. Jadi ada progres kemajuan pembangunan infrastruktur yang begitu melonjak,” kata Waketum NasDem Ahmad Ali saat dihubungi.

Ali mengatakan pembangunan infrastruktur yang dapat membuat konektivitas antar daerah merupakan salah satu prestasi terbesar Jokowi. Hal itu, menurutnya, Jokowi dapat dijuluki sebagai Bapak Infrastruktur.

“Artinya kalau kemudian prestasi terbesar Pak Jokowi hari ini adalah membangun infrastruktur, membuat konektivitas daerah ke daerah lain, kemudian konektivitas darat dengan laut, udara, gitu. Nah, artinya itu yang paling hari ini lebih menonjol. Kalau memang harus diberi julukan ya Bapak Infrastruktur menurut saya,” ujar Ali.

Bapak Ibu Kota Negara Nusantara
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberikan julukan untuk Jokowi sebagai Bapak Ibu Kota Negara Nusantara. Menurut PKB, hanya Jokowi yang berani memindahkan ibu kota negara.

Waketum PKB Jazilul Fawaid mengatakan hanya Jokowi yang berani memindahkan ibu kota negara dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Nusantara (IKN). Jazilul melihat hal ini belum pernah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya.

“Kalau saya diminta berikan julukan untuk Pak Jokowi, mohon izin saya nyebutnya ‘Bapak Ibu Kota Negara Nusantara’,” kata Jazilul.

Bapak Rekonsiliasi
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah meminta Jokowi mengejar julukan Bapak Rekonsiliasi. Dia mengaku khawatir kondisi Indonesia yang menurutnya agak terpecah di arus bawah.

“Saya masih khawatir dengan pembelahan yang ada di akar rumput itu sebabnya kalau misalnya Pak Jokowi mau diberi gelar saya lebih suka kalau beliau mengejar gelar Bapak Rekonsiliasi, sebab, kalau bisa, sebelum beliau turun, beliau menyatukan kembali negara kita yang agak terpecah di arus bawah,” kata Fahri saat dihubungi, Senin (18/4/2022).

Fahri Hamzah juga beralasan capaian fisik yang diraih Jokowi bisa hilang kalau Indonesia tidak berhasil berekonsiliasi. Karena itu, dia menyarankan agar Jokowi kejar julukan Bapak Rekonsiliasi.

“Saya merasa bahwa semua capaian secara fisik itu bisa hilang kalau rekonsiliasinya gagal jadi lebih baik dituntaskan rekonsiliasinya supaya capaian fisiknya otomatis kita dapatkan,” ujarnya.

Simak di halaman selanjutnya soal julukan bagi keenam presiden sebelumnya.

1. Sukarno (Bapak Proklamasi)

Sukarno, atau lebih dikenal dengan sebutan Bung Karno, adalah Presiden pertama Republik Indonesia. Beliau lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 6 Juni 1901. Bung Karno memiliki peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dan sosok yang membacakan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

2. Soeharto (Bapak Pembangunan)

Soeharto adalah Presiden Republik Indonesia ke-2. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921. Julukan Bapak Pembangunan yang tersemat pada Presiden Soeharto karena memfokuskan program kerjanya terhadap pembangunan ekonomi dan menciptakan landasan untuk pembangunan yang disebut sebagai Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita).

3. BJ Habibie (Bapak Teknologi)

Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia ke-3. Lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. BJ Habibie, yang di masa kecilnya biasa disapa Rudy, dikenal memiliki kecerdasan luar biasa di bidang teknologi dan industri pesawat terbang. Itulah alasan BJ Habibie disebut sebagai Bapak Teknologi. Pesawat N250 Gatotokaca merupakan pesawat buatan Indonesia pertama yang digagas BJ Habibie.

4. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (Bapak Pluralisme)

Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik Indonesia yang menjadi Presiden Republik Indonesia ke-4. Lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940. Gus Dur mendapatkan julukan Bapak Pluralisme karena beliau memberikan gagasan-gagasan universal mengenai pentingnya menghormati perbedaan sebagai bangsa yang beragam dan lantang dalam membela minoritas. Salah satu buktinya adalah pencabutan peraturan yang melarang kegiatan adat warga Tionghoa secara terbuka seperti perayaan Imlek.

5. Megawati Soekarnoputri (Ibu Penegak Konstitusi)

Setelah Gus Dur, tongkat estafet pemerintahan Indonesia dilanjutkan oleh Megawati Soekarnoputri yang menjadi Presiden Republik Indonesia ke-5. Dia lahir di Yogyakarta pada 23 Januari 1947. Dalam sejarah pemerintahan Indonesia, Megawati tercatat sebagai Presiden wanita pertama di Indonesia. Beliau juga sebagai pencetus berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menyiapkan sistem pemilihan umum (pemilu) pertama kali, ketika masyarakat Indonesia dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden, di samping memilih calon anggota legislatif. Itulah alasan Megawati Soekarnoputri diberi julukan Ibu Penegak Konstitusi.

6. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Bapak Perdamaian)

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah Presiden Republik Indonesia ke-6 kelahiran 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. SBY sendiri mempunyai latar belakang militer, namun ia mengundurkan diri dari karier militernya setelah diangkat menjadi Menteri Pertambangan dan Energi tahun 1999 oleh Gus Dur.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijuluki sebagai ‘Bapak Perdamaian’ karena pada masa jabatan beliau sebagai Presiden, Indonesia banyak berpartisipasi dalam misi perdamaian dunia, baik di tingkat nasional maupun internasional. Seperti Perjanjian Perdamaian Aceh melalui Nota Kesepahaman Helsinki, membangun Pusat Perdamaian dan Keamanan atau Indonesia Peace and Security Center


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.